Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan akhir pekan, Jumat (13/2/2026), dengan bergerak di zona merah. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 09.30 WIB, indeks tercatat melemah 43,32 poin atau 0,52 persen ke level 8.222,03.
IHSG dibuka pada posisi 8.240,01, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di level 8.255,35. Pada sesi awal perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi 8.241,21 dan titik terendah di posisi 8.170,59.
Detail Transaksi dan Pergerakan Saham
Total volume transaksi pada pembukaan sesi ini tercatat sebesar 10,16 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,291 triliun. Frekuensi perdagangan berlangsung sebanyak 672.400 kali transaksi, sementara kapitalisasi pasar berada di level Rp 14.907 triliun.
Dari sisi pergerakan saham, tercatat sebanyak 405 saham melemah, 192 saham menguat, dan 361 saham lainnya stagnan. Dominasi tekanan jual membuat IHSG tertahan di zona negatif sejak pembukaan perdagangan.
Koreksi pada Indeks Utama Lainnya
Pelemahan IHSG turut diikuti oleh sejumlah indeks utama lainnya di bursa. Berikut adalah rincian pergerakan indeks tersebut:
- Indeks LQ45 turun 0,74 persen ke level 833,16.
- Jakarta Islamic Index (JII) terkoreksi 0,67 persen ke posisi 565,85.
- KOMPAS100 melemah 0,72 persen menjadi 1.159,50.
- Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 0,38 persen ke level 294,73.
- IDX30 terkoreksi 0,45 persen ke posisi 433,86.
- JII70 melemah 0,59 persen menjadi 210,21.
Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa IHSG sebenarnya memiliki peluang untuk menguat guna membentuk bagian dari wave (c) dari wave [x] ke rentang 8.377 hingga 8.440. Namun, pelaku pasar diminta tetap waspada terhadap risiko koreksi lanjutan.
Secara teknikal, IHSG berisiko terkoreksi ke area 8.155 hingga 8.202 apabila tekanan jual kembali meningkat di pasar.
Waspadai akan adanya lanjutan koreksi ke 8.155-8.202,
ujar Herditya dalam analisa hariannya.
Saat ini, posisi support IHSG berada di level 7.863 dan 7.712. Sementara itu, area resistance terdekat diproyeksikan berada pada level 8.354 dan 8.517.
Informasi mengenai pergerakan pasar modal ini merujuk pada data perdagangan Bursa Efek Indonesia dan laporan harian MNC Sekuritas yang dirilis pada 13 Februari 2026.
