Islami

Kim Jong Un Beri Penghormatan Khusus bagi Tentara Korea Utara yang Gugur dalam Perang di Ukraina

Advertisement

Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, memberikan penghormatan khusus bagi para prajuritnya yang dikerahkan untuk membantu Rusia dalam konflik di Ukraina. Langkah ini ditandai dengan kunjungan Kim ke lokasi pembangunan monumen peringatan bagi tentara yang gugur dalam operasi militer luar negeri tersebut pada Sabtu (14/2/2026).

Dalam kunjungannya, Kim memuji pasukan Korea Utara yang dinilai menunjukkan keberanian luar biasa di medan perang. Ia menegaskan bahwa pengorbanan para prajurit tersebut merupakan bagian penting dari sejarah negara dan simbol kesetiaan terhadap aliansi internasional.

Pembangunan Museum Peringatan Prestasi Tempur

Pemerintah Korea Utara kini tengah membangun situs yang dinamakan Museum Peringatan Prestasi Tempur. Proyek ini menjadi simbol nyata dari semakin eratnya hubungan diplomatik dan militer antara Pyongyang dan Moskwa di tengah tekanan global.

Proses pembangunan ini sebenarnya telah dimulai sejak beberapa bulan lalu. Duta Besar Rusia untuk Korea Utara diketahui turut menghadiri upacara peletakan batu pertama museum tersebut pada Oktober 2025, yang menandai pengakuan resmi Rusia atas bantuan militer Pyongyang.

Kim Jong Un menyatakan bahwa heroisme massal yang ditunjukkan oleh prajurit Tentara Rakyat Korea harus terukir megah dalam sejarah. Menurutnya, keberanian tersebut merupakan panji yang tidak terpisahkan dari identitas militer Korea Utara dalam menjalankan misi di luar negeri.

Aliansi Strategis Pyongyang dan Moskwa

Kunjungan ini juga mempertegas komitmen Kim Jong Un untuk memberikan dukungan tanpa syarat terhadap seluruh kebijakan dan keputusan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada Februari 2022, Korea Utara terus memperdalam aliansi militernya dengan Kremlin.

Advertisement

Kerja sama ini mencakup berbagai aspek, mulai dari dukungan diplomatik hingga pengiriman sumber daya militer secara langsung ke zona konflik. Korea Utara yang selama ini terisolasi secara internasional kini menjadikan Rusia sebagai mitra strategis utama untuk memperkuat posisi tawarnya di kancah global.

Estimasi Korban dan Pertukaran Sumber Daya

Berdasarkan data intelijen dari Korea Selatan dan negara-negara Barat, keterlibatan Korea Utara dalam perang ini membawa dampak yang signifikan bagi personel mereka. Berikut adalah rincian estimasi keterlibatan tersebut:

  • Korban Jiwa: Setidaknya 600 tentara Korea Utara dilaporkan gugur di medan perang Ukraina.
  • Korban Luka: Ribuan personel lainnya mengalami luka-luka akibat pertempuran intensif.
  • Pasokan Militer: Pyongyang memasok peluru artileri, rudal, dan sistem roket jarak jauh ke pihak Rusia.

Sebagai imbalan atas dukungan militer tersebut, Rusia dilaporkan memberikan kompensasi berupa bantuan finansial dan transfer teknologi militer tingkat tinggi. Selain itu, Rusia juga mengirimkan pasokan pangan serta energi untuk membantu stabilitas ekonomi domestik di Korea Utara.

Informasi lengkap mengenai penghormatan prajurit ini disampaikan melalui pernyataan resmi pemerintah Korea Utara sebagaimana dilansir oleh kantor berita AFP pada 14 Februari 2026.

Advertisement