Lawan Burnout Akibat Overwork, Ini Cara Jaga Kewarasan Menurut Pakar Kejiwaan RS Indriati Solo Baru
Fenomena overwork kini menjadi realitas yang sulit dihindari bagi jutaan pekerja di Indonesia demi memenuhi kebutuhan ekonomi dan tuntutan profesional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat lebih dari 37 juta orang mengalami kondisi kerja berlebihan yang berisiko memicu burnout atau kelelahan mental kronis.
Dokter Spesialis Kejiwaan RS Indriati Solo Baru, dr. Citra Aristasari, Sp.KJ, menjelaskan bahwa kelelahan fisik dan mental akibat beban kerja yang melampaui batas berpotensi menjalar menjadi gangguan kesehatan mental yang lebih serius. Jika pengurangan beban kerja tidak memungkinkan, terdapat sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas psikis.
Nutrisi Tepat untuk Menekan Risiko Burnout
Asupan nutrisi memainkan peran krusial dalam menjaga ketahanan tubuh saat menghadapi tekanan pekerjaan yang tinggi. Dr. Citra menyarankan pekerja untuk mengonsumsi makanan dengan kadar protein tinggi guna menunjang energi dan fungsi otak.
- Sumber Protein: Telur, daging, ikan, ayam, jamur, edamame, serta tahu dan tempe.
- Batasi Gula: Mengurangi konsumsi gula pasir atau tebu untuk menghindari lonjakan energi yang tidak stabil.
- Hindari MSG: Membatasi makanan yang mengandung penyedap rasa berlebih dan karbohidrat simpleks seperti mie instan atau tepung-tepungan.
Rutinitas Aktivitas Fisik di Sela Kesibukan
Di tengah jadwal yang padat, aktivitas fisik tetap menjadi prioritas untuk menjaga kesehatan mental. Meluangkan waktu sekitar 30 hingga 40 menit setiap hari dinilai cukup untuk memberikan penyegaran pada pikiran dan tubuh.
Aktivitas yang disarankan meliputi olahraga ringan seperti jalan kaki di luar rumah untuk mendapatkan udara segar, berenang, jogging, bersepeda, hingga tenis meja. Variasi suasana saat berolahraga membantu pekerja melepaskan penat dari rutinitas kantor yang monoton.
Pentingnya Kualitas Tidur dan Manajemen Waktu
Istirahat total menjadi kunci utama dalam mencegah burnout. Dr. Citra menegaskan bahwa pekerja harus mengusahakan waktu tidur dalam minimal 6 jam per hari, meskipun tengah bergelut dengan tenggat waktu yang ketat.
Selain itu, manajemen waktu melalui pembuatan to-do-list sangat disarankan. Pekerja diminta menyusun daftar prioritas berdasarkan tingkat urgensi dan deadline. Fokus pada penyelesaian tugas satu per satu dapat mencegah rasa kewalahan akibat tumpukan pekerjaan yang terlihat mustahil diselesaikan sekaligus.
Apresiasi Diri dan Istirahat Sejenak
Menyadari sinyal tubuh adalah bentuk perlindungan diri yang paling mendasar. Jika rasa lelah mulai mendominasi, dr. Citra menyarankan untuk segera menghentikan pekerjaan dan beristirahat sejenak dengan melakukan aktivitas fisik lain yang menyenangkan.
“Jika sudah merasa lelah, hentikanlah bekerjamu untuk istirahat sebentar. Lakukanlah hal fisik lain yang membuatmu senang, ini bentuk dari apresiasi diri,” ungkap dr. Citra Aristasari.
Memberikan apresiasi kepada diri sendiri setelah merampungkan satu tugas juga membantu membangun pola pikir positif sebelum beralih ke tanggung jawab berikutnya. Informasi lebih lanjut mengenai manajemen stres dan layanan kesehatan mental dapat diakses melalui kanal komunikasi resmi RS Indriati Solo Baru.