Islami

Marco Rubio Ungkap Alasan AS Kirim Kapal Induk ke Timur Tengah Bukan untuk Serang Iran Secara Langsung

Advertisement

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menegaskan bahwa peningkatan kehadiran militer AS di Timur Tengah bukan merupakan sinyal serangan segera terhadap Iran. Langkah pengerahan armada besar tersebut diklaim bertujuan utama untuk melindungi personel serta aset-aset Amerika Serikat dari berbagai potensi ancaman di kawasan tersebut.

Rubio menjelaskan bahwa keberadaan pasukan di wilayah tersebut didasari oleh pemahaman mendalam mengenai risiko keamanan yang ada. Washington berupaya memastikan adanya kapasitas yang memadai untuk membela diri apabila situasi darurat terjadi sewaktu-waktu di tengah tensi geopolitik yang dinamis.

Prioritas Diplomasi dan Jalur Negosiasi

Terkait prosedur konsultasi dengan Kongres sebelum mengambil langkah militer, Rubio mengeklaim bahwa Presiden Donald Trump saat ini lebih memprioritaskan jalur diplomasi. Pemerintah AS disebut tengah mengupayakan penyelesaian melalui negosiasi, meskipun Rubio mengakui bahwa berurusan dengan Teheran merupakan perkara yang sangat rumit.

“Kita berurusan dengan pihak yang membuat keputusan politik dan geopolitik berdasarkan teologi semata, dan itu adalah hal yang rumit,” jelas Rubio. Ia menambahkan bahwa meski belum ada pihak yang berhasil mencapai kesepakatan permanen dengan Iran, pemerintah AS akan terus mencoba jalur tersebut.

Pengerahan Armada USS Gerald R Ford

Amerika Serikat telah meningkatkan kehadiran militernya secara signifikan dengan mengerahkan kelompok serang kapal induk USS Abraham Lincoln. Selain itu, terdapat rencana pengiriman kapal induk USS Gerald R Ford guna memperkuat posisi AS di tengah meningkatnya ketegangan dengan Teheran. Berikut adalah daftar armada utama yang dikerahkan:

Advertisement

  • Kelompok Serang Kapal Induk USS Abraham Lincoln
  • Rencana pengerahan USS Gerald R Ford
  • Unit pendukung logistik dan pertahanan udara kawasan

Komitmen Terhadap Hukum dan Peran Kongres

Rubio berjanji akan selalu mematuhi hukum Amerika Serikat yang berlaku, termasuk melibatkan Kongres dalam setiap keputusan militer strategis. Namun, ia menekankan bahwa fokus saat ini sepenuhnya berada pada tahap negosiasi. Utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner juga dilaporkan tengah melakukan perjalanan penting di Timur Tengah untuk mendukung agenda tersebut.

Pernyataan ini muncul di tengah sorotan terhadap aksi militer AS pada Juni lalu yang dilakukan tanpa persetujuan Kongres. Sejumlah anggota parlemen sebelumnya sempat menyatakan keberatan karena serangan tersebut dianggap terjadi tanpa adanya ancaman langsung yang mendesak terhadap keamanan nasional Amerika Serikat.

Informasi lengkap mengenai kebijakan luar negeri ini disampaikan melalui pernyataan resmi Menteri Luar Negeri Marco Rubio sebagaimana dikutip dari laporan Anadolu pada Senin, 16 Februari 2026.

Advertisement