Finansial

Menkeu Purbaya Ungkap Strategi Kejar Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Harus Melewati Batas Defisit 3 Persen

Advertisement

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap mematuhi batas defisit anggaran sebesar 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Meski tengah mengejar target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, pemerintah memilih untuk mengoptimalkan ruang fiskal yang tersedia tanpa mengubah regulasi yang ada.

Penegasan tersebut disampaikan Purbaya usai menghadiri acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta. Ia menyatakan fokus kementerian saat ini adalah menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat melalui efisiensi dan sinkronisasi kebijakan.

Optimalisasi Ruang Fiskal dan Investasi

Purbaya menilai strategi fiskal yang diterapkan saat ini telah membuahkan hasil positif. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 yang mencapai angka 5,39 persen, sebuah pencapaian yang dinilai berhasil memecah stagnasi di level 5 persen.

Untuk memperkuat mesin pertumbuhan, pemerintah menempuh sejumlah langkah strategis, antara lain:

  • Sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter agar berjalan searah dalam mendorong ekonomi.
  • Mempercepat proses debottlenecking guna memperbaiki iklim investasi nasional.
  • Memperkuat peran sektor swasta sebagai motor penggerak ekonomi selain belanja pemerintah.

Realisasi Defisit dan Target Pertumbuhan 8 Persen

Berdasarkan data sementara APBN 2025, realisasi defisit hingga 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp 695,1 triliun atau setara 2,92 persen dari PDB. Angka ini mengalami pelebaran jika dibandingkan dengan target awal sebesar 2,53 persen, namun tetap berada di bawah ambang batas konstitusi.

Advertisement

“Sekarang tidak ada niat untuk menembus 3 persen atau meminta evaluasi batas 3 persen itu perlu diubah atau tidak,” tegas Purbaya.

Terkait target pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam dua hingga tiga tahun ke depan, Purbaya menyebut evaluasi ruang fiskal tambahan hanya akan dilakukan jika benar-benar diperlukan. Saat ini, indikasi masuknya investor besar dalam waktu dekat menjadi alasan kuat pemerintah belum membutuhkan pelonggaran defisit.

Proyeksi Ekonomi Menuju Fase Ekspansi

Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 akan berada di kisaran 5,5 persen hingga 6 persen. Jika target ini tercapai, ekonomi Indonesia dianggap telah resmi keluar dari fase stagnasi panjang.

Merujuk pada leading economic index dan coincident economic index, Purbaya memperkirakan Indonesia akan memasuki fase ekspansi yang sehat selama tujuh hingga sepuluh tahun ke depan, atau setidaknya hingga tahun 2033.

Informasi lengkap mengenai kebijakan fiskal ini disampaikan melalui pernyataan resmi Menteri Keuangan dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 pada Jumat, 13 Februari 2026.

Advertisement