Finansial

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Alasan Indonesia Butuh Pertumbuhan Ekonomi Hingga 10 Persen

Advertisement

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa laju pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen belum memadai untuk membawa Indonesia mencapai status negara maju. Menurutnya, Indonesia memerlukan akselerasi pertumbuhan yang lebih tinggi, bahkan mencapai angka 10 persen, guna melakukan lompatan besar menuju negara berpendapatan tinggi.

Target Pertumbuhan 8 Persen Sebagai Prasyarat

Purbaya memberikan dukungan terhadap target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Meski target tersebut kerap dipandang skeptis oleh sejumlah pihak, ia menilai angka tersebut merupakan prasyarat mutlak bagi Indonesia.

“Ketika Pak Prabowo bilang 8 persen, kita banyak ketawain, dibilang enggak mungkin. Tapi itu persyaratan untuk menuju negara maju. Bahkan 8 persen masih kurang, mestinya harus didorong ke arah 10 persen,” ujar Purbaya dalam acara Wisuda Universitas Indonesia, Sabtu (14/2/2026).

Ia menambahkan bahwa untuk periode lima tahun ke depan, capaian 8 persen sudah dianggap cukup sebagai langkah awal. Purbaya menyoroti perlunya Indonesia keluar dari pola pertumbuhan stagnan di angka 5 persen yang telah berlangsung lama agar tidak terjebak dalam kategori yang sama secara terus-menerus.

Urgensi Penyerapan Tenaga Kerja Baru

Salah satu alasan utama perlunya pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi adalah untuk mengakomodasi angkatan kerja baru. Purbaya merinci bahwa pertumbuhan minimal sebesar 6,7 persen hingga 7 persen sangat diperlukan setiap tahunnya.

Advertisement

Angka tersebut dianggap krusial untuk menyerap tenaga kerja produktif yang baru memasuki pasar kerja. Pemerintah berencana mengandalkan sumber daya manusia muda dan terdidik, terutama lulusan perguruan tinggi, sebagai motor penggerak mesin pertumbuhan ekonomi baru di masa depan.

Capaian Ekonomi Indonesia di Akhir 2025

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan data realisasi ekonomi nasional. Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,11 persen secara tahunan pada kuartal IV 2025, menempatkan posisi Indonesia di peringkat kedua di antara negara G20.

Indikator EkonomiCapaian Kuartal IV 2025
Pertumbuhan Ekonomi (YoY)5,11%
Konsumsi Rumah Tangga4,98%
Pertumbuhan Investasi5,09%
Belanja Modal Pemerintah44,2%

Airlangga menjelaskan bahwa capaian ini didorong oleh stabilitas harga, peningkatan mobilitas masyarakat saat periode Natal dan Tahun Baru, serta lonjakan belanja modal pemerintah. Meskipun ekonomi global diproyeksikan stagnan di angka 3 persen, pemerintah optimistis ruang ekspansi domestik masih terbuka lebar menuju target jangka menengah 8 persen.

Informasi mengenai arah kebijakan ekonomi dan target pertumbuhan nasional ini dihimpun dari pernyataan resmi para menteri dalam forum Wisuda UI dan Indonesia Economic Outlook pada Februari 2026.

Advertisement