Islami

Narendra Modi Resmikan Jalan Tol NH-37 Jadi Landasan Darurat Militer India di Perbatasan China

Advertisement

Perdana Menteri India Narendra Modi meresmikan fasilitas pendaratan darurat atau Emergency Landing Facility (ELF) sepanjang 4,2 kilometer di ruas Jalan Tol Nasional 37 (NH-37), Distrik Dibrugarh, Assam. Langkah strategis ini mengubah fungsi infrastruktur sipil menjadi landasan pacu bagi jet tempur dan pesawat angkut berat guna memperkuat pertahanan di wilayah timur laut India.

Fungsi Pangkalan Udara Cadangan

Fasilitas ELF ini diproyeksikan sebagai pangkalan cadangan apabila pangkalan udara utama mengalami kerusakan atau kepadatan operasional saat terjadi konflik. Berdasarkan laporan NDTV, China saat ini memiliki setidaknya tujuh pangkalan udara yang berhadapan langsung dengan posisi India di sepanjang Garis Kontrol Aktual (LAC).

Seorang pejabat melalui News18 menyatakan bahwa dalam skenario perang, pangkalan udara resmi sering kali menjadi target utama serangan. Meskipun lapangan terbang India bisa saja hancur atau mengalami kepadatan dalam situasi perang, ELF seperti ini menyediakan cadangan yang sangat diperlukan, ujarnya. Pesawat yang mendarat di sini bahkan dapat melakukan pengisian bahan bakar dan persenjataan dengan cepat.

Mobilisasi Pasukan dan Logistik Militer

Keberadaan landasan di lokasi strategis seperti Moran memungkinkan militer India melakukan penyebaran pasukan secara masif dalam waktu singkat. Struktur jalan tol ini dirancang khusus untuk mampu menahan beban pesawat angkut berat seperti C-17 Globemaster dan C-130J Super Hercules.

Pakar geo-intelijen Damien Symon melalui platform X menegaskan bahwa landasan pacu ini meningkatkan kekuatan udara yang tersebar dan mampu bertahan dalam skenario krisis. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi Angkatan Udara India untuk mengerahkan logistik ke daerah perbatasan jika terjadi keadaan darurat.

Menutup Celah Pertahanan di Perbatasan

Pembangunan fasilitas ini juga bertujuan memperbaiki kelemahan pertahanan yang sempat terekspos pada perang tahun 1962 dengan China. Saat itu, wilayah Assam sangat rentan karena keterbatasan infrastruktur jalan dan dukungan udara. Saat ini, ELF tersebut hanya berjarak 300 kilometer dari perbatasan China dan 200 kilometer dari Myanmar.

Advertisement

Pejabat setempat menjelaskan kepada India Today bahwa kedekatan lokasi dengan perbatasan internasional secara signifikan meningkatkan kemampuan respons cepat di wilayah Timur Laut. Hal ini menjadi jawaban atas tantangan geografis yang selama ini menghambat pergerakan militer di area tersebut.

Pusat Logistik Bencana dan Efisiensi Anggaran

Selain kepentingan militer, jalan tol ini berfungsi sebagai pusat bantuan kemanusiaan saat terjadi bencana alam. ELF dapat mempercepat pengiriman logistik ke daerah terpencil, menjadi titik awal operasi evakuasi medis skala besar, serta mendukung misi penyelamatan menggunakan helikopter di medan yang sulit.

Dari sisi ekonomi, proyek ini menelan biaya sekitar 100 crore rupee atau setara Rp 185 miliar. Menteri Komunikasi India Jyotiraditya Scindia menekankan bahwa transformasi jalan tol untuk jet tempur garis depan seperti Rafale dan Sukhoi merupakan bentuk efisiensi infrastruktur ganda dalam menjaga kedaulatan negara.

Informasi mengenai peresmian fasilitas pendaratan darurat ini dihimpun dari pernyataan resmi Pemerintah India dan laporan media nasional yang dirilis pada Februari 2026.

Advertisement