Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 akan mencapai angka 5,6 persen. Optimisme ini didorong oleh kebijakan stimulus berupa diskon tarif transportasi yang digelontorkan pemerintah selama periode libur Lebaran 2026.
Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan diskon tersebut dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi nasional. “Oh iya kita kasih diskon itu agar menggeret perekonomian. 5,6 persen tergantung economy growth,” ujar Purbaya saat memberikan keterangan di Jakarta Pusat pada Kamis (12/2/2026).
Tren Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi pertumbuhan pada awal tahun 2026 ini tercatat lebih tinggi dibandingkan capaian kuartal IV-2025 yang berada di level 5,39 persen secara tahunan (yoy). Adapun pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2025 secara akumulatif mencapai angka 5,11 persen.
Kinerja ekonomi tersebut ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, realisasi investasi yang tinggi, serta belanja pemerintah yang optimal. Selain itu, stabilitas ekspor dan dukungan penempatan kas negara di bank komersial menjadi faktor penguat struktur ekonomi nasional di tengah tantangan global.
Rincian Stimulus Diskon Transportasi Lebaran 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif transportasi untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Insentif ini mencakup potongan harga tiket pada moda kereta api, angkutan laut, penyeberangan, hingga penerbangan domestik.
| Moda Transportasi | Besaran Diskon | Periode Berlaku | Target Penumpang |
|---|---|---|---|
| Kereta Api (PT KAI) | 30 Persen | 14–29 Maret 2026 | 1,2 Juta Orang |
| Angkutan Laut (Pelni) | 30 Persen | 11 Maret – 5 April 2026 | 445.000 Orang |
| Penyeberangan (ASDP) | 100 Persen (Jasa Pelabuhan) | 12–31 Maret 2026 | 2,4 Juta Orang |
| Pesawat (Domestik) | 17 – 18 Persen | 14–29 Maret 2026 | 3,3 Juta Orang |
Khusus untuk sektor penerbangan, diskon berlaku untuk kelas ekonomi pada rute domestik. Airlangga menegaskan bahwa ragam diskon ini bertujuan agar mobilitas masyarakat selama Idulfitri 2026 tetap terjangkau. “Pemerintah memberikan ragam diskon transportasi agar mobilitas masyarakat selama libur Idulfitri 2026 berjalan lancar,” ungkapnya.
Informasi lengkap mengenai proyeksi pertumbuhan ekonomi dan rincian stimulus ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Keuangan dan Kemenko Perekonomian pada Februari 2026.
