Koalisi Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dipimpin Perdana Menteri Sanae Takaichi diproyeksikan meraih kemenangan besar dalam pemilu sela Jepang yang digelar pada Minggu (8/2/2026). Berdasarkan perhitungan sementara lembaga penyiaran publik NHK, koalisi pimpinan Takaichi berhasil mengamankan sekitar 352 dari total 465 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat.
Dari total perolehan tersebut, LDP secara mandiri meraih 316 kursi, jumlah yang cukup untuk memastikan kendali mayoritas tunggal di parlemen. Langkah menggelar pemilu lebih cepat ini dinilai sebagai strategi jitu Takaichi untuk mengokohkan legitimasi publik hanya empat bulan setelah ia terpilih sebagai perdana menteri perempuan pertama dalam sejarah Jepang.
Dominasi LDP dan Peta Kekuatan Parlemen
Kemenangan ini menandai kembalinya dominasi LDP setelah sebelumnya sempat kehilangan mayoritas parlemen pada 2024 akibat rangkaian skandal politik dan tekanan ekonomi. Hasil sementara menunjukkan mitra koalisi LDP, Partai Inovasi Jepang, diperkirakan memperoleh 36 kursi, sementara gabungan partai oposisi hanya mengantongi sekitar 113 kursi.
Keberhasilan ini tidak lepas dari popularitas pribadi Takaichi yang konsisten berada di atas 70 persen. Retorika nasionalis, janji belanja negara yang populis, serta gaya komunikasi yang energik melalui media sosial dinilai mampu menghidupkan kembali basis pemilih LDP, terutama di kalangan generasi muda.
Tantangan Cuaca Ekstrem dan Isu Ekonomi
Pemilu kali ini mencatat fenomena unik karena digelar di tengah musim dingin ekstrem, pertama kalinya dalam 36 tahun terakhir. Meski hujan salju melanda dan menyebabkan puluhan jalur kereta serta penerbangan dihentikan sementara oleh Kementerian Perhubungan Jepang, warga tetap antusias mendatangi tempat pemungutan suara.
Isu ekonomi, terutama inflasi, menjadi perhatian utama para pemilih dalam menentukan pilihan mereka. Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi sorotan publik selama masa pemilihan:
- Kekhawatiran terhadap kenaikan biaya hidup dan inflasi yang relatif baru bagi masyarakat Jepang.
- Kebutuhan akan solusi ekonomi jangka panjang dibandingkan kebijakan bantuan sementara.
- Pemanfaatan media sosial untuk memperkuat citra kedekatan pemimpin dengan publik.
Agenda Politik dan Respons Internasional
Dengan potensi mayoritas dua pertiga di parlemen, pemerintahan Takaichi kini memiliki ruang gerak luas untuk menjalankan agenda konservatifnya. Sejumlah kebijakan strategis yang tengah disiapkan meliputi pengetatan aturan imigrasi, peninjauan kepemilikan tanah oleh warga asing, hingga wacana revisi konstitusi pasifis Jepang untuk meningkatkan anggaran pertahanan.
Kemenangan Takaichi juga mendapat sambutan hangat dari para pemimpin dunia. Presiden AS Donald Trump menyebut Takaichi sebagai pemimpin yang dihormati, sementara Perdana Menteri India Narendra Modi menilai hasil pemilu ini sebagai momen bersejarah bagi hubungan bilateral kedua negara.
Informasi lengkap mengenai hasil pemilu sela ini disampaikan melalui data perhitungan sementara lembaga penyiaran NHK dan pernyataan resmi pemerintah Jepang yang dirilis pada Senin, 9 Februari 2026.
