Kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya terdeteksi berada di perairan Laut Arab, tepatnya di lepas pantai Oman, pada Selasa (17/2/2026). Penemuan lokasi ini melalui verifikasi citra satelit terjadi bertepatan dengan rencana pertemuan pejabat AS dan Iran di Swiss untuk membahas program nuklir serta potensi pencabutan sanksi ekonomi.
Detail Lokasi dan Identifikasi Satelit
Citra satelit Sentinel-2 milik Eropa berhasil menangkap posisi kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz tersebut sekitar 240 kilometer (150 mil) dari garis pantai Oman. Sebelumnya, keberadaan USS Abraham Lincoln sulit dilacak sejak memasuki wilayah tersebut pada Januari lalu karena melintasi area laut lepas dengan cakupan pengawasan satelit yang terbatas.
Data menunjukkan kapal ini berada pada jarak sekitar 700 kilometer dari wilayah Iran. Sebagai pemimpin gugus serang (carrier strike group), USS Abraham Lincoln mengangkut 90 pesawat, termasuk jet tempur canggih F-35, serta menampung 5.680 awak kapal. Kapal ini juga dikawal oleh tiga kapal perusak rudal berpemandu kelas Arleigh Burke.
Sebaran Aset Militer Amerika Serikat di Timur Tengah
Berdasarkan pantauan satelit, saat ini terdapat total 12 kapal perang Amerika Serikat yang terlacak di kawasan Timur Tengah. Selain gugus serang USS Abraham Lincoln, terdapat aset laut lainnya yang ditempatkan di titik-titik strategis untuk memperkuat posisi Washington di wilayah tersebut.
| Jenis Aset | Lokasi/Pangkalan | Jumlah |
| Kapal Induk Kelas Nimitz | Laut Arab | 1 |
| Kapal Perusak Arleigh Burke | Gugus Serang Lincoln | 3 |
| Kapal Perusak Rudal Jarak Jauh | Kawasan Teluk | 2 |
| Kapal Tempur Pesisir | Pangkalan Bahrain | 3 |
| Kapal Perusak | Mediterania & Laut Merah | 3 |
Peningkatan Aktivitas Udara di Yordania
Selain kekuatan laut, terpantau adanya peningkatan jumlah jet tempur F-15 dan EA-18 yang ditempatkan di pangkalan militer Muwaffaq Salti, Yordania. Pergerakan pesawat kargo, pesawat pengisian bahan bakar, dan unit komunikasi dari Amerika Serikat serta Eropa menuju Timur Tengah juga menunjukkan tren kenaikan signifikan.
Pihak Iran menyatakan bahwa pertemuan di Swiss akan fokus pada isu nuklir, sementara Washington mengindikasikan keinginan untuk membahas isu-isu lain di luar agenda tersebut. Informasi lengkap mengenai pergerakan aset militer ini disampaikan melalui laporan pemantauan satelit dan data operasional yang dirilis pada 17 Februari 2026.
