Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa faktor keamanan menjadi alasan utama para pengusaha global memilih berinvestasi di Indonesia dibandingkan negara ASEAN lainnya. Hal ini disampaikan dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Isu Keamanan dan Penculikan di Negara Tetangga
Dasco menjelaskan adanya laporan mengenai pengusaha di dua negara ASEAN yang sering menjadi korban penculikan untuk tebusan. Para korban bahkan dilaporkan dibawa ke wilayah perbatasan yang merupakan zona konflik bersenjata. Menurutnya, kondisi keamanan yang tidak stabil di negara tersebut menjadi hambatan besar bagi keberlangsungan bisnis.
“Di satu negara mereka berinvestasi okelah tenaga murah, tapi keamanan kurang terjamin. Para pengusaha itu kerap kali diculik kemudian dimintakan tebusan,” ujar Dasco. Ia menambahkan bahwa di wilayah tersebut senjata api beredar bebas, sehingga keselamatan para investor tidak dapat dijamin sepenuhnya oleh otoritas setempat.
Keunggulan Iklim Investasi di Indonesia
Meskipun negara lain menawarkan upah tenaga kerja yang lebih murah, aspek keamanan tetap menjadi prioritas nomor satu bagi investor global. Dasco menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima pengakuan langsung dari para pengusaha yang merasa lebih nyaman berinvestasi di Indonesia karena stabilitas keamanannya.
Dasco juga membandingkan dinamika sosial di Indonesia, termasuk aksi unjuk rasa buruh yang dinilai tetap kondusif. Menurutnya, aksi protes di tanah air tidak sampai mengancam keselamatan jiwa para pelaku usaha. “Buruh paling ya teriak-teriak habis itu ya sudah pulang. Nah, sehingga mereka merasa bahwa di Indonesia ini investasi itu masih tergolong aman,” tuturnya.
Kebijakan Penguatan Ekonomi Dalam Negeri
Pemerintah saat ini mendorong agar perusahaan asing tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar atau ladang investasi semata, tetapi juga wajib menghidupkan perekonomian lokal. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengatur sistem keagenan agar melibatkan pelaku usaha domestik, terutama dalam industri strategis seperti mobil listrik.
Strategi ini bertujuan untuk memperluas penyerapan tenaga kerja di dalam negeri. Dasco menekankan bahwa pembukaan lapangan kerja yang luas menjadi target utama dari setiap investasi yang masuk ke Indonesia. Informasi ini disampaikan berdasarkan pernyataan resmi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam forum Rakornas II KSPSI.
