Koperasi Tri Jasa Investama (TC Invest) secara resmi mengumumkan percepatan investasi pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sepanjang tahun 2026. Langkah ini difokuskan pada pengembangan bisnis sektor riil melalui strategi permodalan yang terstruktur dan berkelanjutan bagi para anggota koperasi.
Strategi Permodalan Berbasis Usaha Riil
Direktur Operasional TC Invest, M Dedi Gunawan, menyatakan bahwa pihaknya mendorong model bisnis mobile yang dinilai lebih efisien, terstandarisasi, dan mudah dikembangkan (scalable). Investasi ini bertujuan untuk membangun ekosistem ekonomi yang kuat bagi para anggota sekaligus mendukung program pemerintah.
“Ini bukan sekadar investasi, ini pembangunan ekosistem ekonomi anggota, dan mendukung program pemerintah untuk membangun UMKM sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo,” ujar Dedi dalam keterangan resmi yang dirilis pada Rabu (18/2/2026).
TC Invest juga memastikan penerapan tata kelola, pengawasan, dan pendampingan yang akuntabel. Hal ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan model kemitraan serta memberikan kepastian bagi para calon wirausaha yang ingin memiliki unit armada melalui akses pembiayaan koperasi.
Kolaborasi Strategis dengan Teh Tarik KL
Salah satu unit usaha yang menerima kucuran modal dari TC Invest adalah Teh Tarik KL, sebuah industri minuman siap saji. Melalui kemitraan ini, TC Invest membuka akses pembiayaan terstruktur bagi anggota koperasi dan calon wirausaha yang berminat mengelola unit armada minuman keliling modern.
Founder Teh Tarik KL, Gerren Sutrisna Putra, menjelaskan bahwa dukungan investasi tersebut akan digunakan untuk membangun sistem distribusi minuman keliling yang sistematis. Pihaknya menargetkan pengoperasian ratusan hingga ribuan unit armada dalam beberapa tahun ke depan dengan standar kualitas dan SOP yang ketat.
Rencana Ekspansi dan Operasional 2026
Untuk mendukung pertumbuhan agresif tersebut, Teh Tarik KL telah meresmikan pool baru di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat kendali operasional sekaligus basis bagi 80 unit armada baru yang siap beroperasi di titik-titik strategis dengan lalu lintas ekonomi tinggi.
Beberapa wilayah yang menjadi fokus penetrasi pasar pada awal tahun 2026 meliputi:
- Blok M
- Gandaria
- Pondok Indah
- Cipulir
Strategi mobile dipilih untuk meminimalkan beban biaya sewa ritel permanen yang tinggi sehingga perusahaan dapat bergerak lebih cepat. Saat ini, jaringan distribusi telah menjangkau wilayah Tangerang, Lampung, Jambi, Bogor, Banten, hingga Bandung dengan kisaran harga produk antara Rp5.000 hingga Rp12.000 per cup.
Selain ekspansi komersial, perusahaan juga menyiapkan program penetrasi pasar lewat aksi sosial bertajuk “1000 Cup 1000 Momen”. Program ini direncanakan akan membagikan sebanyak 1.000 cup minuman gratis selama bulan suci Ramadhan mendatang.
Informasi lengkap mengenai langkah strategis ini disampaikan melalui pernyataan resmi Koperasi Tri Jasa Investama yang dirilis pada 18 Februari 2026.
