Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau stabil pada perdagangan Rabu (18/2/2026) pagi. Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia pukul 06.00 WIB, harga emas masih berada di level Rp 2.918.000 per gram, tidak mengalami perubahan dibandingkan posisi pada Selasa (17/2/2026).
Detail Pergerakan Harga Emas
Sebelumnya, pada Selasa (17/2/2026) pagi, harga emas Antam sempat menyentuh angka Rp 2.940.000 per gram. Namun, harga tersebut kemudian terkoreksi sebesar Rp 22.000 hingga menetap di posisi Rp 2.918.000 per gram. Perlu dicatat bahwa pembaruan harga harian secara menyeluruh biasanya baru dilakukan oleh pihak Antam pada pukul 08.30 WIB setiap harinya.
Emas batangan Antam tersedia dalam berbagai pilihan berat, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). Keberagaman ukuran ini bertujuan untuk memudahkan para investor dalam menyesuaikan instrumen investasi dengan kebutuhan finansial mereka.
Daftar Harga Emas Antam 18 Februari 2026
Berikut adalah rincian harga emas batangan Antam berdasarkan ukuran per Rabu (18/2/2026) pukul 06.00 WIB:
| Ukuran Emas | Harga (Rp) |
|---|---|
| 0,5 gram | 1.509.000 |
| 1 gram | 2.918.000 |
| 2 gram | 5.776.000 |
| 3 gram | 8.639.000 |
| 5 gram | 14.365.000 |
| 10 gram | 28.675.000 |
| 25 gram | 71.562.000 |
| 50 gram | 143.045.000 |
| 100 gram | 286.012.000 |
| 250 gram | 714.765.000 |
| 500 gram | 1.429.320.000 |
| 1.000 gram (1 kg) | 2.858.600.000 |
Ketentuan Pajak Pembelian dan Buyback
Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, setiap transaksi emas batangan dikenakan pajak dengan ketentuan sebagai berikut:
- Pajak Pembelian (PPh 22): Sebesar 0,45 persen bagi pembeli yang memiliki NPWP dan 0,9 persen bagi pembeli tanpa NPWP. Setiap transaksi akan disertai bukti potong PPh 22.
- Pajak Penjualan Kembali (Buyback): Untuk transaksi di atas Rp 10 juta, dikenakan tarif 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP. Pajak ini akan dipotong langsung dari total nilai transaksi.
Informasi lengkap mengenai pergerakan harga logam mulia ini disampaikan melalui data resmi PT Aneka Tambang Tbk yang dirilis pada laman Logam Mulia per 18 Februari 2026.
