Pergerakan harga emas dan perak terpantau mengalami perlambatan setelah sempat mencatatkan reli tajam pada periode akhir 2025 hingga Januari 2026. Meski demikian, tren kenaikan harga dalam jangka menengah dan panjang dinilai masih terjaga di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Faktor Tekanan Jangka Pendek
Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono, menjelaskan bahwa perlambatan ini bukan merupakan akhir dari tren kenaikan. Menurutnya, koreksi pada Februari 2026 dipicu oleh data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan, sehingga memicu ekspektasi suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama oleh The Federal Reserve.
Emas sebagai aset tanpa imbal hasil sangat sensitif terhadap arah suku bunga. Selain faktor fundamental, aspek teknikal juga turut berperan karena harga telah berulang kali mencetak rekor tertinggi (all time high), yang memicu aksi ambil untung atau profit taking oleh para investor.
Katalis Fundamental yang Tetap Kuat
Wahyu menekankan bahwa sentimen dedolarisasi oleh negara-negara BRICS serta pembelian agresif oleh bank sentral, khususnya dari China dan Timur Tengah, tetap menjadi penopang utama. Untuk periode Februari hingga Maret 2026, harga diprediksi akan bergerak mendatar atau konsolidasi.
| Komoditas | Rentang Harga (USD) | Estimasi (Rupiah) |
|---|---|---|
| Emas | $4.500 – $5.800 | Rp 75,7 Juta – Rp 97,6 Juta |
| Perak | $60 – $125 | Rp 1,01 Juta – Rp 2,10 Juta |
Proyeksi Kuartal II 2026
Memasuki kuartal kedua tahun ini, arah harga akan sangat bergantung pada tingkat inflasi global dan perkembangan geopolitik di Eropa Timur serta Timur Tengah. Jika ketegangan meningkat, emas berpeluang menguji level 6.000 dollar AS per ons troi atau setara Rp 100,9 juta.
Perak juga memiliki daya tarik tambahan dari sektor industri, terutama untuk kebutuhan panel surya dan kendaraan listrik. Defisit pasokan yang terjadi selama enam tahun berturut-turut diprediksi akan membuat pemulihan harga perak lebih tajam dibandingkan emas secara persentase.
Informasi mengenai perkembangan pasar komoditas ini dihimpun berdasarkan analisis pasar dan pernyataan resmi analis yang dirilis pada Februari 2026.
