Finansial

Airlangga Hartarto Ungkap Lonjakan Belanja Modal 44,2 Persen Jadi Penopang Utama Ekonomi Nasional

Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan realisasi belanja modal pemerintah pada kuartal IV 2025 melonjak hingga 44,2 persen. Lonjakan ini menjadi instrumen utama pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ancaman perlambatan ekonomi global.

Akselerasi Belanja Negara di Tengah Stagnasi Global

Dalam forum Indonesia Economic Outlook di Wisma Danatara, Jumat (13/2/2026), Airlangga menjelaskan bahwa akselerasi belanja negara berfungsi sebagai peredam risiko (shock absorber). Hal ini krusial mengingat ekonomi global diproyeksikan hanya tumbuh stagnan di kisaran 3 persen.

“Belanja modal pemerintah tumbuh luar biasa, 44,2 persen. Ini yang kita harapkan di kuartal I juga bisa digelontorkan oleh Kementerian Keuangan,” ujar Airlangga. Secara keseluruhan, total belanja pemerintah pada kuartal IV 2025 tercatat tumbuh sebesar 4,55 persen.

Capaian Ekonomi Indonesia dan Posisi di G20

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tercatat mencapai 5,11 persen secara tahunan (year-on-year). Angka tersebut menempatkan Indonesia di posisi kedua sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara anggota G20, tepat di bawah India.

Beberapa indikator pendukung pertumbuhan ekonomi nasional meliputi:

Advertisement

  • Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,98 persen.
  • Investasi mengalami peningkatan sebesar 5,09 persen.
  • Belanja modal pemerintah melonjak 44,2 persen.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2026

Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen pada tahun 2026, dengan potensi optimis mencapai 5,6 persen. Strategi utama diarahkan pada penyelarasan belanja negara dan investasi swasta untuk memperkuat sisi produksi.

Airlangga menilai momentum Idulfitri pada kuartal I 2026 akan menjadi pendorong aktivitas ekonomi yang signifikan. Belanja negara akan difokuskan pada proyek prioritas yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan sektor riil.

Informasi mengenai strategi ekonomi nasional ini disampaikan melalui pernyataan resmi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam forum Indonesia Economic Outlook pada 13 Februari 2026.

Advertisement