Pemerintah mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,11 persen secara tahunan pada kuartal IV 2025 di tengah kondisi perlambatan global. Capaian ini menempatkan Indonesia di posisi kedua tertinggi di antara negara-negara G20, tepat di bawah India yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,4 persen.
Capaian Pertumbuhan dan Posisi di G20
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa ekonomi dunia saat ini diproyeksikan stagnan pada kisaran 3 persen. Namun, Indonesia berhasil mempertahankan tren positif dengan pertumbuhan 5,11 persen pada akhir tahun lalu.
“Indonesia di antara negara G20 di kuartal keempat adalah nomor dua, sesudah India yang 7,4 persen. Pertumbuhan kita secara year-on-year 5,11 persen,” ujar Airlangga dalam forum Indonesia Economic Outlook di Wisma Danatara, Jumat (13/2/2026).
Faktor Pendorong Konsumsi dan Investasi
Pertumbuhan ekonomi nasional didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 4,98 persen. Airlangga menilai angka tersebut mencerminkan efektivitas stimulus pemerintah, stabilitas harga barang, serta peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru.
Sektor investasi juga menunjukkan performa kuat dengan pertumbuhan 5,09 persen. Selain itu, belanja modal pemerintah mengalami lonjakan signifikan sebesar 44,2 persen, yang menjadi motor penggerak utama pada akhir tahun. Secara keseluruhan, belanja pemerintah pada kuartal IV tumbuh 4,55 persen dan berfungsi sebagai peredam risiko perlambatan ekonomi global.
Kinerja Ekspor dan Sektor Pariwisata
Dari sisi eksternal, kinerja ekspor Indonesia tumbuh 7,03 persen yang didorong oleh kenaikan nilai dan volume komoditas. Selain itu, sektor pariwisata memberikan kontribusi besar dengan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 10 persen.
Sektor transportasi, pergudangan, akomodasi, serta makan dan minum mencatatkan pertumbuhan di atas 7 persen. Sepanjang tahun 2025, mobilitas wisatawan domestik tercatat mencapai 1,2 miliar perjalanan, yang memperkuat fondasi ekonomi dalam negeri.
Target Pertumbuhan 8 Persen dan Reformasi Struktural
Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen pada 2026, dengan potensi ekspansi hingga 5,6 persen. Dalam jangka menengah, pemerintah optimistis dapat mengarahkan pertumbuhan menuju angka 8 persen.
Airlangga mengibaratkan kondisi ekonomi Indonesia saat ini seperti pesawat yang siap lepas landas. “Di mana seperti pesawat, kita pernah mau take off di tahun 1998 tetapi ada gangguan internasional. Nah, sekarang kita akan take off dalam dua tahun ke depan,” tegasnya.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menyiapkan langkah-langkah strategis melalui reformasi struktural berkelanjutan, penguatan investasi swasta, dan pembiayaan non-APBN. Selain itu, pemerintah akan memperdalam pasar keuangan dan memperluas akses pasar ekspor melalui berbagai perjanjian perdagangan internasional.
Informasi mengenai capaian dan target ekonomi nasional ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam forum Indonesia Economic Outlook pada 13 Februari 2026.
