Islami

Kanselir Jerman Soroti Ketidakpastian Global, Serukan Eropa Perkuat Pertahanan Mandiri di NATO

Advertisement

Kanselir Jerman menyatakan bahwa tatanan dunia berbasis aturan atau rules-based order telah mengalami perubahan mendasar dan tidak lagi dapat diandalkan sepenuhnya seperti masa lalu. Dalam forum Konferensi Keamanan Munich, ia menegaskan bahwa stabilitas global yang selama ini bertumpu pada aliansi Barat kini menghadapi realitas baru yang semakin tidak stabil dan penuh ketidakpastian.

Pernyataan tersebut mencerminkan pengakuan bahwa fondasi politik yang menopang sistem internasional sedang bergeser. Selama puluhan tahun, hukum internasional dan kerja sama keamanan kolektif menjadi tulang punggung pertahanan Eropa dengan Amerika Serikat sebagai penjamin utama melalui komitmen Pasal 5 NATO.

Dinamika Politik Amerika Serikat dan Tantangan NATO

Ketidakpastian komitmen keamanan Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang mengguncang asumsi stabilitas kawasan. Retorika politik Donald Trump yang mempertanyakan kewajiban membela negara anggota NATO jika tidak memenuhi target belanja pertahanan 2 persen dari PDB telah mengirimkan sinyal keras kepada para sekutu.

Kebijakan luar negeri yang cenderung unilateral dan transaksional, termasuk penarikan diri dari sejumlah kesepakatan internasional, memperdalam persepsi bahwa kepemimpinan global Amerika Serikat tidak lagi bersifat otomatis. Hal ini memaksa negara-negara Eropa untuk mulai memikirkan strategi pertahanan yang lebih mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada Washington.

Lonjakan Anggaran Militer dan Posisi Jerman

Respons terhadap ancaman geopolitik, termasuk dampak perang Rusia-Ukraina, terlihat nyata dalam peningkatan anggaran militer secara global. Data menunjukkan bahwa pengeluaran militer dunia telah mencapai rekor tertinggi dalam sejarah modern pada tahun 2024.

Advertisement

Kategori DataDetail Capaian (2024)
Total Belanja Militer DuniaSekitar US$2,7 triliun
Kontribusi NATOLebih dari separuh belanja global
Anggaran Militer JermanUS$88,5 miliar
Target Jangka Panjang Jerman3,5 persen dari PDB

Jerman menjadi salah satu contoh negara yang melakukan perubahan kebijakan anggaran secara signifikan. Dengan alokasi mencapai US$88,5 miliar, Berlin kini menempatkan diri sebagai salah satu kekuatan militer terbesar di Eropa guna mengurangi ketergantungan pada kepemimpinan eksternal.

Menuju Kompetisi Kekuatan Terbuka

Pergeseran ini menandakan dunia sedang bergerak menuju fase kompetisi kekuatan yang lebih terbuka. Ketika kepercayaan terhadap tata aturan lama melemah, negara-negara kembali menempatkan keamanan nasional sebagai prioritas utama di atas kerja sama multilateral yang kini menghadapi tekanan besar.

Bagi komunitas internasional, termasuk Indonesia, fragmentasi global ini menuntut kemampuan membaca peta kekuatan secara cermat. Keputusan politik di pusat-pusat kekuatan seperti Berlin dan Washington kini memiliki dampak luas yang memengaruhi stabilitas di berbagai kawasan lainnya.

Informasi lengkap mengenai pergeseran kebijakan pertahanan dan tatanan global ini disampaikan melalui pernyataan resmi pemerintah Jerman dalam rangkaian agenda internasional pada Februari 2026.

Advertisement