Layanan kereta cepat lintas negara yang menghubungkan Johor, Malaysia, dengan Singapura diproyeksikan mulai beroperasi pada akhir 2026. Moda transportasi ini menjanjikan waktu tempuh hanya lima menit, yang diharapkan menjadi solusi efektif untuk mengatasi kemacetan kronis di jalur Johor-Singapore Causeway. Selain efisiensi waktu, tarif perjalanan diperkirakan akan lebih kompetitif dibandingkan biaya operasional kendaraan pribadi.
Payung Hukum dan Kapasitas Operasional
Parlemen Malaysia melalui Dewan Rakyat telah mengesahkan Rapid Transit System (RTS) Link Bill 2026 sebagai landasan hukum untuk mengatur jalur kereta lintas perbatasan tersebut. Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia, Shamsul Anuar Nasarah, menjelaskan bahwa kereta RTS akan beroperasi dengan jadwal reguler dan memiliki kapasitas angkut hingga 10.000 penumpang per jam.
Shamsul menekankan bahwa regulasi ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni memberdayakan, melengkapi, dan melindungi. Dalam kesepakatan tersebut, pejabat Malaysia yang menjalankan tugas resmi di Singapura akan memiliki kekebalan hukum dari penuntutan di pengadilan Singapura atas tindakan resmi mereka, namun tetap tunduk pada hukum nasional Malaysia.
Implementasi Teknologi AI di Pos Imigrasi
Untuk mendukung kelancaran arus penumpang, pemerintah Malaysia telah menyiapkan 794 posisi baru bagi petugas Imigrasi, Bea Cukai, dan kepolisian yang akan ditempatkan di Stasiun Bukit Chagar dan Woodlands mulai 1 Oktober. Langkah ini diperkuat dengan pemasangan 100 unit e-gate berteknologi kecerdasan buatan (AI) yang mampu memproses pemeriksaan dokumen hanya dalam waktu tujuh detik.
Terkait keamanan informasi, Shamsul memastikan bahwa seluruh data rahasia, termasuk informasi biometrik penumpang, akan disimpan di pusat data resmi pemerintah Malaysia. Kontrol keamanan fisik dan siber akan diterapkan secara ketat, di mana data tidak diperkenankan dipindahkan ke server asing tanpa persetujuan resmi dari pemerintah.
Estimasi Tarif dan Dampak Ekonomi
Menteri Transportasi Malaysia, Loke Siew Fook, mengungkapkan bahwa tarif kereta RTS Johor-Singapura diperkirakan berkisar antara 5 hingga 7 dollar Singapura atau sekitar Rp 66.675 hingga Rp 93.345 per perjalanan. Meskipun angka pastinya baru akan diumumkan pada paruh kedua 2026, Loke menegaskan bahwa tarif ini tetap lebih ekonomis dibandingkan menyeberang dengan mobil pribadi.
| Komponen | Estimasi Biaya / Data |
|---|---|
| Tarif Perjalanan | 5 – 7 Dollar Singapura |
| Waktu Tempuh | 5 Menit |
| Kapasitas Penumpang | 10.000 orang per jam |
| Proses Imigrasi AI | 7 Detik |
Loke juga menjelaskan bahwa pemerintah Malaysia tidak akan memberikan subsidi bagi penumpang dari Singapura, mengingat model operasional harus memastikan keberlanjutan pembangunan. Sebagai konteks ekonomi, kendaraan berplat Singapura yang masuk ke Malaysia saat ini memberikan kontribusi pendapatan tol bagi negara bagian Johor mencapai 70 juta dollar AS per tahun.
Informasi mengenai perkembangan proyek dan regulasi operasional ini merujuk pada pernyataan resmi kementerian terkait dalam sidang Parlemen Malaysia yang berlangsung pada Februari 2026.
