Islami

Sekjen NATO Mark Rutte Sebut Militer Rusia Bergerak Lambat bak Siput dan Alami Kerugian Personel

Advertisement

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyindir narasi yang menggambarkan Rusia sebagai “beruang perkasa” dalam perang melawan Ukraina. Dalam konferensi pers bersama Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Munich, Rutte menegaskan bahwa pasukan Moskwa justru bergerak sangat lambat dan menanggung kerugian personel yang masif setiap harinya.

Data Kerugian Personel Rusia

Rutte mengungkapkan data spesifik mengenai jumlah korban jiwa di pihak Rusia selama dua bulan terakhir. Menurutnya, klaim kekuatan besar Rusia tidak sebanding dengan realitas di medan tempur yang menunjukkan penurunan efektivitas serangan secara signifikan.

  • Desember: 35.000 personel tewas.
  • Januari: 30.000 personel tewas.

“Mereka ingin kita memandang Rusia sebagai beruang perkasa, tetapi Anda bisa berargumen bahwa mereka bergerak melalui Ukraina dengan kecepatan tersendat seperti siput taman. Jangan sampai kita terjebak propaganda Rusia,” ujar Rutte sebagaimana dikutip dari Anadolu.

Sinergi NATO dan Uni Eropa

Selain menyoroti kondisi militer Rusia, Rutte juga menekankan pentingnya koordinasi bantuan untuk Kyiv. Ia menyatakan bahwa hubungan antara NATO dan Uni Eropa saat ini berada pada titik terkuat sepanjang sejarah, terutama dalam sinkronisasi dukungan militer.

Kesepakatan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan bantuan bagi Ukraina telah disepakati oleh para menteri pertahanan NATO di Brussels. Rutte menilai sinergi ini menjadi kunci utama dalam menghadapi agresi jangka panjang di kawasan tersebut.

Advertisement

Transformasi Anggaran Pertahanan Eropa

Rutte mengakui adanya pergeseran pola pikir di negara-negara Eropa terkait alokasi anggaran pertahanan. Setelah bertahun-tahun mendapat kritik dari Amerika Serikat mengenai rendahnya komitmen belanja militer, kondisi tersebut mulai berubah sejak KTT NATO di Den Haag.

“Ini benar-benar perubahan yang luar biasa, dan ini akan membuat NATO kuat karena artinya Eropa yang kuat dan NATO yang kuat berarti ikatan transatlantik akan lebih kuat dari sebelumnya,” tegas Rutte.

Informasi lengkap mengenai perkembangan situasi keamanan dan dukungan internasional untuk Ukraina ini disampaikan melalui pernyataan resmi Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada Februari 2026.

Advertisement