Pemerintah Indonesia tengah memproses penerimaan hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari pemerintah Italia untuk memperkuat jajaran alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Laut. Kementerian Pertahanan saat ini sedang mengalokasikan anggaran khusus untuk proses retrofit atau penyesuaian teknis agar kapal tersebut memenuhi standar kebutuhan operasional nasional.
Proses Negosiasi dan Rencana Retrofit
Kepala Biro Humas dan Informasi Kementerian Pertahanan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, menyatakan bahwa proses negosiasi dan administrasi antara Indonesia dan Italia masih terus berjalan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya modernisasi kekuatan maritim Indonesia melalui kerja sama internasional.
“Pemerintah Indonesia akan mengalokasikan anggaran untuk retrofit agar memenuhi kebutuhan operasional TNI Angkatan Laut,” ujar Rico pada Jumat (13/2/2026). Penyesuaian teknologi akan dilakukan agar sistem pada kapal induk tersebut terintegrasi dengan doktrin dan kebutuhan TNI AL.
Spesifikasi dan Kapasitas Angkut Pesawat
Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk yang dibangun oleh galangan kapal Fincantieri di Genoa dan mulai dioperasikan sejak tahun 1985. Dengan panjang mencapai 180,2 meter, kapal ini dirancang untuk menjalankan berbagai misi strategis seperti peperangan anti-kapal selam, komando pasukan, hingga dukungan logistik armada.
Salah satu fitur utama kapal ini adalah dek penerbangan sepanjang 15 meter dengan ujung menanjak (ski-jump) berkemiringan 4 derajat. Kapasitas angkutnya meliputi:
- 18 unit helikopter (seperti Agusta Sikorsky SH-3D Sea King atau Agusta Bell AB212).
- 16 unit pesawat tempur VSTOL AV-8B Harrier II.
- Kombinasi antara helikopter EH101 dan pesawat tempur sesuai kebutuhan misi.
Sistem Persenjataan dan Teknologi Sensor
Sebagai mantan kapal utama Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi dilengkapi dengan sistem komando IPN 20 dari Selex Sistemi Integrati. Sistem ini mampu mengintegrasikan data dari berbagai sensor dan jaringan komunikasi seperti Link 11, Link 14, dan Link 16 untuk menyusun situasi taktis secara real-time.
Untuk pertahanan dan serangan, kapal ini dipersenjatai dengan berbagai perangkat tempur canggih:
| Jenis Senjata | Spesifikasi dan Jangkauan |
|---|---|
| Meriam Oto Melara | 3 unit meriam kembar 40mm/70mm, kecepatan 300 peluru/menit. |
| Rudal Surface-to-Surface | Rudal jarak jauh dengan hulu ledak 210 kg, jangkauan 120 km. |
| Rudal Surface-to-Air | Sistem MBDA Albatros (Rudal Aspide), jangkauan 14 km. |
| Peluncur Torpedo | Dua peluncur ILAS 3 untuk torpedo Honeywell mk46 atau A290. |
Performa Mesin dan Jangkauan Operasional
Kapal induk ini menggunakan sistem propulsi turbin gas gabungan (COGAG) yang memungkinkannya mencapai kecepatan maksimum hingga 30 knot. Dalam mode operasional ekonomis dengan kecepatan 20 knot, Giuseppe Garibaldi memiliki jangkauan jelajah lebih dari 7.000 mil laut.
Informasi mengenai rencana akuisisi dan spesifikasi teknis kapal induk ini bersumber dari pernyataan resmi Kementerian Pertahanan serta data teknis operasional yang dirilis pada Februari 2026.
