Islami

Veronique Matchim Terbukti Curang Saat Ujian, Guru di Inggris Ini Terima Sanksi Administratif

Advertisement

Veronique Matchim, seorang guru bahasa Perancis, dinyatakan bersalah atas pelanggaran profesional setelah terbukti memberikan bantuan tidak sah kepada siswanya dalam ujian lisan tingkat GCSE. Insiden ini terjadi saat Matchim bertugas sebagai guru pengganti di Abbey Grange CofE Academy, West Park, Leeds, pada April 2024.

Kronologi Pelanggaran dalam Ujian Lisan

Keterlibatan Matchim dalam skandal ini terungkap melalui rekaman audio penilaian yang diserahkan kepada dewan penguji AQA. Dalam sesi tersebut, Matchim seharusnya berperan sebagai penguji yang mengajukan pertanyaan dan berpartisipasi dalam sesi permainan peran (roleplay) bersama siswa.

Namun, pihak AQA mengidentifikasi adanya empat kejadian di mana Matchim terdengar jelas membisikkan kata-kata dalam bahasa Perancis kepada murid-muridnya. Tindakan tersebut dianggap mempermudah siswa dalam menjawab pertanyaan yang ia ajukan sendiri, sehingga hasil ujian tidak lagi bersifat objektif.

Pengakuan dan Proses Sidang Kedisiplinan

Dalam sidang panel kedisiplinan, Matchim mengakui seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia menerima fakta bahwa perilakunya telah mencederai reputasi serta nama baik profesi keguruan. Selama proses penyelidikan internal, Matchim sempat dua kali membantah telah memberikan bantuan sebelum akhirnya mengakui perbuatannya.

Matchim berdalih bahwa ia hanya membisikkan “petunjuk” kepada siswa agar mereka dapat melanjutkan ujian. Meski demikian, panel perilaku profesional dari Badan Regulasi Guru (TRA) tetap memandang tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap standar profesionalisme pendidik.

Advertisement

Sanksi Administratif dan Pengawasan Ketat

Meskipun dinyatakan bersalah, Matchim terhindar dari sanksi larangan mengajar secara permanen. Panel memutuskan bahwa tindakan tersebut tidak direncanakan sejak awal untuk berbuat curang. Pertimbangan lainnya adalah sikap kooperatif Matchim yang menunjukkan pemahaman atas kesalahannya serta rasa penyesalan yang mendalam.

Kendati demikian, Matchim tetap menerima sanksi administratif yang ketat sebagai berikut:

  • Dilarang terlibat dalam seluruh rangkaian ujian yang diselenggarakan oleh dewan AQA hingga akhir tahun 2026.
  • Wajib berada di bawah pengawasan ketat jika terlibat dalam ujian apa pun hingga setelah tahun 2027.

Pihak TRA menegaskan bahwa publikasi temuan negatif ini berfungsi sebagai peringatan bagi tenaga pendidik lainnya mengenai standar perilaku profesional yang tidak dapat ditoleransi. Informasi lengkap mengenai kasus ini disampaikan melalui laporan resmi Badan Regulasi Guru (TRA) yang dirilis pada Februari 2026.

Advertisement