Islami

Militer AS Matangkan Skenario Serangan ke Iran dan Indonesia Siap Terima Hibah Kapal Induk Italia

Advertisement

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat seiring laporan persiapan operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran yang diprediksi berlangsung selama berminggu-minggu. Di saat yang sama, sektor pertahanan Indonesia mendapat sorotan melalui rencana penerimaan hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari pemerintah Italia untuk memperkuat armada laut nasional.

Skenario Operasi Militer AS ke Iran

Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah mematangkan skenario operasi militer terhadap Iran sebagai langkah antisipasi jika Presiden Donald Trump memberikan perintah penyerangan. Berdasarkan laporan Reuters pada Minggu (15/2/2026), perencanaan ini mencakup operasi yang bisa berlangsung selama beberapa pekan.

Dua pejabat AS yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa perencanaan ini memiliki risiko yang sangat tinggi. Hal tersebut dikarenakan proses diplomasi antara Washington dan Teheran saat ini sebenarnya masih terus berjalan, sehingga langkah militer dianggap sebagai opsi yang sangat sensitif.

Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi untuk Indonesia

Indonesia bersiap menerima kapal induk pertamanya, Giuseppe Garibaldi, melalui skema hibah dari pemerintah Italia. Kapal ini sebelumnya dioperasikan oleh Angkatan Laut Italia sebelum akhirnya ditawarkan kepada Indonesia dalam kerangka kerja sama pertahanan antarnegara.

Meski berstatus hibah, pemerintah Indonesia tetap harus menyiapkan anggaran khusus untuk melakukan penyesuaian teknis agar kapal tersebut sesuai dengan kebutuhan operasional TNI Angkatan Laut. Saat ini, proses negosiasi dan administrasi antara kedua negara masih terus berlangsung secara intensif.

Investasi Kapal Selam Nuklir Australia

Pemerintah Australia mengumumkan komitmen pendanaan sebesar 3,9 miliar dollar Australia atau setara Rp 46 triliun untuk mempercepat pembangunan galangan kapal selam nuklir. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi pakta pertahanan trilateral AUKUS yang melibatkan Amerika Serikat dan Inggris.

Advertisement

Galangan kapal tersebut nantinya akan menjadi pusat produksi kapal selam bertenaga nuklir Australia di masa depan. Selain itu, dilaporkan pula bahwa sebuah jembatan senilai Rp 9,3 triliun di Australia mengalami keretakan sebelum sempat diresmikan, yang kini menjadi perhatian publik di negara tersebut.

Investasi Jeffrey Epstein pada Proyek Ilmuwan AI

Investasi South China Morning Post (SCMP) mengungkap fakta baru mengenai keterlibatan terpidana Jeffrey Epstein dalam pendanaan riset kecerdasan buatan (AI). Epstein diketahui mengucurkan dana sedikitnya 113.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,9 miliar kepada ilmuwan AI, Ben Goertzel.

Dana tersebut dilaporkan membantu proyek AI milik Goertzel sekaligus membuka akses terhadap hibah dari pemerintah Hong Kong. Temuan ini didasarkan pada peninjauan hampir 800 halaman dokumen dari jutaan berkas yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat.

Informasi lengkap mengenai perkembangan isu global dan pertahanan ini dihimpun dari laporan resmi berbagai lembaga serta pemberitaan media internasional yang dirilis hingga pertengahan Februari 2026.

Advertisement